• Kopi Arabika

    Kopi Arabika merupakan salah satu jenis tanaman buah-buahan yang di kembangkan di PT BUMN Hijau Lestari I. Kopi Arabika banyak tumbuh didataran dengan ketinggian diatas 800 meter dpl dan akan maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. untuk berbunga dan menghasilkan buah tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun dan berbunga di akhir musim hujan .

     

  • Danau Cisanti

    Danau Cisanti adalah sebuah danau yang terletak di tengah hutan eucaliptus dan situ ini terletak cukup tinggi dari permukaan laut. Banyak yang bilang Situ Cisanti bagaikan sebuah "nadi Jawa Barat" karena Situ Cisanti inilah yang menjadi hulu dari Sungai Citarum, sungai terbesar dan terlebar di Jawa Barat yang memiliki panjang sekitar 269 Km dan membelah 12 Kabupaen dan Kota.

  • Pohon Jabon

    Jabon merupakan jenis tanaman yang cepat pertumbuhannya, dalam usia 3 tahun sudah bisa mencapai ketinggian kurang lebih 10 m dengan diameter batang 18 cm. sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.

  • 7 alasan untuk menabung pohon

    1. Pohon sebagai penyumbang oksigen, 2. Pohon sebagai penyerap air tanah, 3. Pohon sebagai pengurang polusi, 4. Pohon sebagai pencegah bencana, 5 Pohon sebagai sumber amal shaleh, 6, Pohon sebagai penyedia makanan bagi makhluk hidup, 7. Pohon sebagai penyumbang unsur estetika. ( http://www.lingkungan.net ).

  • Tersedia Kopi Green Bean :

    1. Proses Natural / Natural Process.                   2. Proses Honey / Honey Process / Semi Puled.                                                                  3. Proses Basah Giling Kering / Wet Process Dry Hull.                                                              4. Proses Basah Giling Basah / Wet Process Wet Hul.                                                                 
    5. Kopi Jantan / Lanang / Peaberry.                   Melayani Jasa Roasting dan Grinding.

 
 

Prolog Kerjasama PT.BUMNHL I dengan IPB tentang Pengembangan Budidaya Tarum / Indigofera Serta Melakukan Survei Lapangan lahan Calon Investor di Jasinga Bogor untuk Program BLU

Senin, 16 Mei 2016, Jarot Wijanarko Manager Renbang PT BUMN HL I didampingi Tatus Tresna Daris selaku Supervisor Trading PT BUMN HL I  melakukan dua kegiatan sekaligus yaitu Prolog Kerjasama PT.BUMNHL I dengan IPB  tentang Pengembangan Budidaya Tarum / Indigofera, Industri Pengolahan dan Pemasarannya Serta Melakukan Survei Lapangan lahan Calon Investor di Jasinga Bogor untuk Program BLU.

Judul Proposal yang disampaikan oleh Tim Fakultas Peternakan IPB adalah “Pengembangan Sentra Produksi Dan Industri Konsentrat Hijau Indigofera di PT.BUMNHL I Sebagai Sumber Protein Dan Pakan Fungsional Murah Untuk Menunjang Produktivitas Ternak Nasional”. Program ini berlangsung selama 3 (tiga) tahun, anggaran yang diajukan untuk tahun ke 1/2016-2017 adalah sebesar Rp 1.456.762.000 (satu milyar empat ratus lima puluh enam juta tujuh ratus enam puluh dua ribu rupiah. Semua biaya dari Kementrian Ristek, peran dan tanggungjawab PT.BUMNHL I pada tahun ke I adalah sebagai Penyedia lahan seluas 100 Ha dan  Penyedia tenaga kerja serta Penanggungjawab / Koordinator Lapangan. PT.BUMNHL I diprioritaskan untuk menjadi salah-satu produsen Konsentrat Hijau berbasis Indigofera berskala industri dengan standar mutu yang dihasilkan dari Program ini.

Sedangkan Survei lapangan lahan Calon Investor untuk Program BLU, Lahan Calon Investor yang akan dikerjasamakan melalui Pola Agrosilvopastura dengan pendanaan dari berbagai pihak (sesuai proposal yang telah dipresentasikan oleh Dirut PT.BUMNHL I) terletak di Jasinga Bogor kurang lebih berjarak 55 Km dari Kampus IPB Dramaga dengan kondisi jalan masuk ke lokasi cukup bagus namun agak sempit (lebar +/- 5 meter). Ketinggian lahan sekitar 600-650 dpl dengan total perkiraan luas adalah 23 Ha. Kelerengan lahan antara 15%-25% dan berbukit sehingga dalam menentukan jenis pohon perkayuan maupun tanaman pakan ternak yang akan ditanam harus memiliki perakaran yang kuat (perakaran tunjang). Kondisi vegetasi sudah cukup banyak dengan tutupan lahan sekitar 40%, sehingga apabila ingin disandingkan dengan Program BLU-P2H dapat menggunakan Skema Pengayaan. Jenis tanaman perkayuan yang mendominasi adalah jenis-jenis: Eucalyptus deglupta, Jabon, Sengon.  Kondisi tanaman Eucalyltus deglupta yang terletak di lahan kering banyak yang terkena serangan rayap sedangkan yang terletak di lahan agak basah ssampai dengan basah tidak menunjukan adanya serangan rayap. Lahan bawah belum banyak dimanfaatkan sehingga dapat saja dijadikan lahan tanam untuk tanaman hijauan pakan ternak.

 

Add comment

Security code
Refresh

MITRA

KALENDER

December 2017
SMTWTFS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

LEAFLET

Visitors Counter

195754
Today
This Month
All days
205
1645
195754
 

Visi

Menjadi Pengelola Bisnis Agroforestry Berbasis Lingkungan Secara Lestari Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.